Melindungi Diri dari Flu

Flu merupakan penyakit yang paling sering kita alami. Perubahan cuaca, kelelahan atau yang paling sering adalah tertular dari orang lain. Walaupun sering dianggap sebagai penyakit ringan, tetapi mengalami flu tidaklah menyenangkan. Juga, seiring bertambahnya waktu, virus-virus flu bermutasi menyebabkan timbulnya berbagai penyakit flu yang membahayakan. Bagaimana melindungi diri dari flu?

Flu

Pilek merupakan gejala yang timbul akibat flu. Flu atau influenza disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus masuk ke dalam tubuh makhluk hidup kemudian menggunakannya sebagai tempat untuk berkembang biak. Virus ditularkan ke orang lain melalui butiran cairan dari air liur atau lendir yang dikeluarkan saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Virus segera menyebar bersamaan dengan cairan yang dikeluarkan. Udara menjadi media penyebaran virus dan jika Anda menghirup udara tersebut dengan kondisi tubuh yang tidak fit dapat membuat Anda terjangkit flu. Itulah sebabnya penyebaran flu sangat mudah. Baca lebih lanjut

Mitos Salah Diabetes Menyengsarakan Kehidupan Penderitanya

Sebagian besar orang meyakini mitos yang salah tentang diabetes, misalnya banyak makan makanan manis adalah pemicunya. Anggapan-anggapan itu kemudian memicu perilaku diskriminatif.

Dikutip dari Telegraph, Senin (14/7/2010), ada sejumlah perilaku diskriminatif yang sering muncul terkait penyakit diabetes. Perilaku tersebut menimpa anak kecil yang mengidap diabetes, serta orang dewasa yang harus menyuntikkan insulin di tempat umum.

Dalam sebuah survei terhadap 2.000 orang dewasa di Inggris, terungkap bahwa 42 persen responden menganggap konsumsi gula yang terlalu banyak merupakan penyebab diabetes. Survei tersebut digelar oleh sebuah lembaga amal, Diabetes UK menyambut Pekan Diabetes 2010.

Anggapan tersebut dinilai telah menyebabkan anak kecil yang mengidap diabetes sering mengalami intimidasi dari teman sebaya yang meyakininya. Seolah-olah penyakitnya tersebut merupakan akibat dari kebiasaan buruk, misalnya banyak makan permen.

Padahal menurut salah satu aktivis LSM tersebut, Simon O’Neill, diabetes yang dialami anak kecil adalah tipe 1 yang tidak terkait dengan diet. Umumnya merupakan kelainan genetik, sehingga tidak ada hubungannya dengan kebiasaan makan makanan manis.

Sementara diabetes yang dipicu oleh diet dan gaya hidup adalah diabetes tipe 2, yang biasanya dialami oleh orang dewasa. Pada tipe ini, obesitas juga bisa menjadi faktor risiko.

Perilaku diskriminatif lainnya menimpa pengidap diabetes yang harus menyuntikkan insulin di tempat umum. Kelompok ini sering mendapat ejekan dan bahkan dijauhi karena dianggap berbeda.

“Orang yang harus menyuntikkan insulin tidak punya pilihan. Insulin membuat mereka tetap hidup, sehingga harus disuntikkan pada waktu-waktu tertentu,” tegas O’Neill.

Pendapat itu disampaikan terkait anggapan bahwa pengidap diebetes tidak boleh mengemudi dan tidak bisa berolahraga. Bahkan ada sebagian kecil yang menganggap diabetes merupakan penyakit menular.

Kompas.COm

Jangan Abaikan Batuk

Batuk merupakan penyakit yang sering kita jumpai pada orang-orang di sekeliling kita atau kita sendiri yang menderita batuk. Karena sering terjadi dan biasanya tidak berakibat buruk, maka batuk sering diabaikan atau dianggap tidak berbahaya. Batuk bukanlah penyakit, tetapi merupakan petunjuk bahwa ada yang tidak beres pada tubuh kita baik karena penyebab yang ringan sampai merupakan gejala dari penyakit yang berat yang dapat mematikan. Walaupun jenis batuk kelihatannya hampir sama, tetapi penyebabnya dapat berbeda. Apa saja penyakit yang ditunjukkan jika terjadi batuk? Baca lebih lanjut

Kenali Penyakit Paru-Paru

Organ penting ini merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan manusia. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi. Udara sangat penting bagi manusia, tidak menhirup oksigen selama beberapa menit dapat menyebabkan kematian. Itulah peranan penting paru-paru. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru. Baca lebih lanjut

Orang Kurus Bisa Kena Diabetes?

Berlebihnya berat badan secara signifikan meningkatkan risiko terkena diabetes. Semakin banyak jaringan lemak, semakin resistan otot dan sel jaringan terhadap insulin. Ini terutama terjadi jika kelebihan berat badan berada di sekitar perut. Lantas, apakah orang kurus akan terbebas dari risiko terkena diabetes?

“Sebenarnya bukan masalah gemuk atau kurus. Yang lebih menentukan adalah komposisi lemaknya. Bila komposisi lemaknya tinggi, terutama di sekitar perut, maka risiko terkena diabetes lebih tinggi, apalagi kalau pola makannya tidak dijaga,” papar dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Baca lebih lanjut

Agar Tak Tertular Mata Merah

Walaupun termasuk penyakit ringan,  mata merah (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC) tak bisa dianggap sepele. Mata merah tidak akan menular melalui tatapan. Oleh karena itu pemakaian kacamata hitam saat sedang menderita mata merah sebenarnya tidak produktif.

Penyakit ini justru menular melalui sentuhan. Misalnya, penderita mengucek mata dengan tangannya, lalu memegang benda lain dan memaparkan kuman yang hidup, kemudian orang berikutnya memegang benda yang sama dan tidak mencuci tangan, hingga kemudian memegang matanya sendiri dan tertular.

Agar Anda terhindar dari penularan penyakit mata merah,  berikut adalah kiat yang diberikan Jakarta Eye Center (JEC) Baca lebih lanjut

Sentuhan Bisa Tularkan Mata Merah

Penyakit mata merah memang bukanlah penyakit baru. Penyakit ini banyak diderita masyarakat terutama di kala cuaca yang buruk atau esktrem seperti saat ini, di mana panas dan hujan terjadi secara tidak menentu. Walaupun termasuk penyakit ringan,  mata merah tak bisa dianggap sepele. Penyakit ini sangat mudah menular dan dapat menurunkan produkivitas penderitanya

Menurut penjelasan Dr. Florence Meilani Manurung, Sp.M, spesialis mata anak dari Jakarta Eye Center (JEC), secara ilmiah penyakit mata merah bisa terjadi karena 3 faktor yakni peradangan konjungtiva (lapisan penutup mata), peradangan pada kornea (keratitis), dan peradangan pada iris (uveatitis).

Melihat tren jumlah laporan pasien yang berobat, saat ini yang paling sering terjadi adalah peradangan konjungtiva (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC). Peradangan ini disebarkan oleh bakteri dan virus, yang banyak terdapat pada kondisi cuaca eksrim dan berdebu. Baca lebih lanjut