Penggunaan Obat Generik Digalakkan

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih segera menegakkan dan memantau kembali pemakaian obat generik berlogo. Revitalisasi peraturan menteri kesehatan tentang kewajiban menuliskan resep dan menggunakan obat generik di sarana pelayanan kesehatan pemerintah menjadi salah satu Program 100 Hari Menkes.

Hal itu diungkapkan Menkes Endang Rahayu dalam jumpa pers terkait Program 100 Hari, Jumat (13/11). Obat generik berlogo diluncurkan pemerintah guna memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah ke bawah terhadap obat berharga terjangkau. Jenis obat ini mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang merupakan obat esensial untuk penyakit tertentu. Ada 454 obat generik berlogo dalam daftar itu. Baca lebih lanjut

Iklan

Cegah Obat Palsu Masuk Apotek, Aturan Kefarmasian Disusun

obatJAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mencegah masuknya obat-obat palsu ke apotek, pemerintah tengah menyusun rancangan peraturan pemerintah. Aturan ini nantinya akan mengatur tentang praktik kefarmasian yang baik dan kompetensi para apoteker.

Direktur Jenderal Bina Pelayanan Farmasi dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan Kustantina, Jumat (20/3), saat dihubungi dari Jakarta, menyatakan, Departemen Kesehatan berupaya memberantas peredaran obat palsu dengan menerbitkan aturan-aturan praktik distribusi obat yang baik.

Baca lebih lanjut

TIPS MENGHINDARI OBAT PALSU

obatUntuk keamanan dan agar mendapatkan efektivitas obat secara optimal, sebaiknya pasien dapat menggali informasi tentang obat yang sedang diminumnya.

Informasi itu dapat diperoleh dari dokter yang memberikan resep atau apotekerdi apotek tempat membeli resep tersebut.

Langkah awal untuk mencapai hasil yang optimal dari suatu pengobatan adalah membeli atau memperoleh obat di tempat yang benar. Beberapa tips membeli obat yang baik untuk menghindari obat palsu adalah :

1. Perhatikan nomor registrasi sebagai tanda sudah mendapat izin untuk dijual di Indonesia.
2. Periksalah kualitas keamanan dan kualitas fisik produk obat tersebut.
3. Periksalah nama dan alamat produsen, apakah tercantum dengan jelas.
4. Teliti dan lihatlah tanggal kadaluwarsa.
5. Untuk obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter (ethical/obat keras), belilah hanya di apotek berdasarkan resep dokter.
6. Baca indikasi, aturan pakai, peringatan, kontra indikasi, efek samping, cara penyimpanan, dan semua informasi yang tercantum pada kemasan.
7. Tanyakan informasi obat lebih lanjut pada apoteker di apotek.

Setelah membeli obat di tempat yang benar, penggunaan obat yang tepat merupakan faktor penting untuk memperoleh khasiat yang optimal dari suatu obat. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat, yaitu :

· Baca aturan pakai pada label/etiket setiap Anda akan menggunakan obat.
· Untuk menghindari kesalahan, jangan menggunakan obat di tempat gelap.

(idionline/KlipPers)