Waspadalah! Informasi Video Porno Berefek Dahsyat ke Anak-anak

Perbincangan video porno selebritis yang diulas begitu luas bikin pusing orangtua, guru dan pemerhati anak. Psikolog mengatakan efek penyebaran video porno bisa berdampak sangat serius ke anak-anak.

Psikolog Alzena Masykouri dari Klinik Kancil mengatakan maraknya perbincangan video porno membuat anak-anak hingga remaja mengalami kebingungan sikap.

Kebingungan sikap ini jika tidak mendapat bimbingan akan membuat anak-anak mengira perilaku porno yang semula tabu ternyata jadi perbuatan yang biasa.
“Anak yang semula berpikir itu sesuatu yang tidak sopan tapi ternyata justru dilakukan dan direkam. Ini membuat mereka bingung,” kata Alzena saat dihubungi detikHealth, Rabu (9/6/2010).

Efeknya lanjut Alzena terjadi penurunan nilai-nilai moral di anak. Hal-hal seperti di video porno akan diingat si kecil bukan hal yang tabu.

Selain terjadi penurunan aspek moral, yang paling ditakuti adalah si anak akan mengeksplorasi dirinya atau bersama temannya meniru hal-hal tak senonoh.

“Meskipun anak hanya sekali melihat atau mendengar mengenai kasus seperti ini, tapi dampak yang ditimbulkan bisa sampai jangka panjang termasuk psikologis si anak,” ujar Alzena.

Dampak lain adalah orientasi si anak ditakutkan berubah dan perilakunya pun akan berubah. Dulu anak hanya memikirkan bermain, belajar dan olahraga. Karena penasaran ingin tahu video porno bisa jadi si anak lebih banyak duduk di depan internet atau mencari majalah-majalah dewasa.

“Sekarang ia mengetahui sesuatu hal baru yang menarik dan membuatnya ingin mengeskplorasi lagi,” ujar psikolog kelahiran Madura 33 tahun silam.

Alzena menuturkan untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi, tidak hanya orangtua yang harus mengambil sikap tapi semua orang disekitar anak turut berperan termasuk media.

Orangtua harus mengambil sikap yang bijak dalam menjawab dan menjelaskan pertanyaan serta rasa penasaran si kecil, dan juga menyaring informasi-informasi yang boleh dan tidak boleh diterima anak.

“Jika anak bertanya orangtua bisa menjawab dengan ‘Ada kasus yang tidak sopan sehingga semua orang jadi kaget dan ini adalah urusan orang dewasa’ sehingga anak menjadi lebih mengerti,” ungkapnya.

Selain itu pihak sekolah juga harus menyikapi tentang hal ini, karena bisa saja anak yang awalnya tidak tahu bisa menjadi tahu akibat teman-temannya sering membicarakan hal ini.

Diharapkan orang-orang disekitar si kecil tidak membicarakan atau membahas hal ini di depan anak, karena bisa membuat anak menjadi penasaran.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah membatasi lingkungan anak dari hal-hal yang bisa memberikan dampak negatif pada anak.

Jika si kecil bisa mengoperasikan komputer sebaiknya membuat program agar hanya situs-situs tertentu saja yang bisa dibuka serta memberikan pemahaman pada si kecil tanpa membuatnya menjadi penasaran.

“Orangtua juga bisa memberikan pendidikan seks untuk si kecil sejak usia 3 tahun yang dimulai dengan anak mengenali jenis kelamin yang berbeda dan memberitahunya ada bagian tubuh tertentu yang tidak boleh disentuh atau diperlihatkan pada orang lain. Pemahaman ini secara perlahan akan ditingkatkan seiring bertambahnya usia si kecil,” ujar psikolog yang lulus Magister psikologi UI tahun 2002 ini.

Untuk itu semua pihak harus terlibat dalam menghindari dampak-dampak buruk yang mungkin timbul jika anak mengetahui sesuatu yang belum dipahaminya sehingga bisa membuatnya penasaran. Karena dampak yang timbul bisa berlangsung dalam waktu jangka panjang.

Detik.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: