Periode Kritis Perkembangan Otak Anak

Banyak yang tidak menyadari bahwa otak manusia tidak tumbuh dan berkembang terus menerus. Karena itu ketahui periode kritis pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Otak manusia sudah terbentuk sejak masih di dalam kandungan yang perkembangannya dipengaruhi oleh nutrisi dan psikologis si ibu.

Cikal bakal otak anak awalnya hanya sebuah lempengan yang mulai terbentuk saat usia kehamilan 18 hari atau saat seseorang terlambat mendapatkan menstruasi 3 minggu. Pembentukan sel-sel otak ini mencapai puncak saat kehamilan 4-6 bulan. Selain itu jumlah sel otak yang terbentuk menentukan kualitas otak anak.

“Semakin banyak jumlah koneksi antar sel otak maka semakin cepat proses berpikirnya,” ujar Dr Ahmad Suryawan SpA (K) dalam acara seminar ‘Deteksi dini tumbuh kembang anak sebaga upaya dalam membentuk generasi platinum Indonesia’ di Lippo Karawaci, Tangerang, Senin (7/6/2010).

Berat otak anak saat baru lahir sekitar 25% dari otak orang dewasa dan memiliki 100 miliar sel-sel otak yang belum terhubung dengan baik dan kuat. Sedangkan saat usia 6 tahun berat otak anak 95% otak orang dewasa.

Sel otak ini saling berhubungan melalui jaringan penghubung yang dinamakan sinaps. Sinaps ini baru terbentuk saat anak mendapatkan pengalaman sensoris (stimulasi).

Jika stimulasi dilakukan secara dini dan berulang maka sinaps akan semakin kuat. Tapi jika anak kurang mendapatkan stimulasi, maka sel-sel otaknya tidak memiliki jaringan penghubung.

Stimulasi harus dilakukan sedini mungkin karena ada periode kritis pertumbuhan otak. Karena sebenarnya otak anak tidak tumbuh dan berkembang secara terus menerus.

Periode kritis ini adalah kurun waktu tertentu dalam pertumbuhan otak anak yang apabila mendapatkan gangguan bisa berakibat mengalami kelainan permanen atau sulit disembuhkan.

“Periode kritis pertumbuhan otak anak terjadi di bawah usia 6 tahun,” ujar dokter yang akrab disapa Wawan ini.

Dr Wawan menambahkan ada 3 tahap pertumbuhan otak anak yaitu:

Tahap 1: Sel-sel otak yang berfungsi untuk melihat dan mendengar akan mencapai puncaknya saat usia 3-4 bulan lalu semakin menurun.
Tahap 2: Sel-sel otak yang berfungsi untuk bicara dan bahasa akan mencapai puncaknya saat berusia 8 bulan lalu semakin menurun.
Tahap 3: Sel-sel otak yang berfungsi untuk fungsi kognitif (kecerdasan) akan mencapai puncaknya saat berusia 1-4 tahun lalu semakin menurun.

“Kondisi tahapan ini akan berhenti selamanya saat anak berusia 6 tahun. Karena itu untuk menghasilkan generasi terbaik, ketiga tahapan itu harus mencapai puncaknya. Tahapan ketiga tergantung dari tahapan kedua, tahapan kedua tergantung dari tahapan pertama,” ungkap Dr Wawan.

Karena itu jika ingin memiliki anak yang cerdas dan kreatif harus diperhatikan halhal berikut:

  1. Saat hamil si ibu harus sehat baik fisik dan psikis
  2. Melalui proses persalinan dengan baik
  3. Bayi atau anak mendapatkan nutrisi yang baik
  4. Bayi atau anak mendapatkan stimulasi interaktif dengan baik
  5. Bayi atau anak dapat melalui periode kritis perkembangannya dengan baik.

Detik.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: