Sentuhan Bisa Tularkan Mata Merah

Penyakit mata merah memang bukanlah penyakit baru. Penyakit ini banyak diderita masyarakat terutama di kala cuaca yang buruk atau esktrem seperti saat ini, di mana panas dan hujan terjadi secara tidak menentu. Walaupun termasuk penyakit ringan,  mata merah tak bisa dianggap sepele. Penyakit ini sangat mudah menular dan dapat menurunkan produkivitas penderitanya

Menurut penjelasan Dr. Florence Meilani Manurung, Sp.M, spesialis mata anak dari Jakarta Eye Center (JEC), secara ilmiah penyakit mata merah bisa terjadi karena 3 faktor yakni peradangan konjungtiva (lapisan penutup mata), peradangan pada kornea (keratitis), dan peradangan pada iris (uveatitis).

Melihat tren jumlah laporan pasien yang berobat, saat ini yang paling sering terjadi adalah peradangan konjungtiva (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC). Peradangan ini disebarkan oleh bakteri dan virus, yang banyak terdapat pada kondisi cuaca eksrim dan berdebu.
Data  Jakarta Eye Center (JEC) menunjukkan, pada kuartal pertama 2010 ini, banyak sekali keluhan mengenai mata merah yang diterima . Pasien datang dalam keadaan mata merah, berair dan banyak mengeluarkan kotoran (belek).  Di JEC tercatat 80 persen dari total pasien yang datang dalam periode Februari-April 2010 menderita mata merah.

Menular lewat sentuhan
Florence menjelaskan, mata merah tidak akan menular melalui tatapan, oleh sebab itu pemakaian kacamata hitam saat sedang menderita mata merah sebenarnya tidak produktif.  Penyakit ini justru menular melalui sentuhan. “Misalnya, penderita mengucek mata dengan tangannya, lalu memegang benda lain dan memaparkan kuman yang hidup, kemudian orang berikutnya memegang benda yang sama dan tidak mencuci tangan, hingga kemudian memegang matanya sendiri dan tertular,” papar Florence.

Namun seperti halnya flu, orang kedua yang dapat tertular AHC pasti sedang dalam kondisi tubuh yang tidak fit. Oleh karena itu AHC juga sering dianggap seperti common cold.

Kuman AHC hidup melalui air dan kotoran mata yang banyak diproduksi saat mata merah terjadi. Pemakaian bantal, handuk, alat mandi, alat tulis, atau mainan anak secara bersama-sama pun akhirnya menjadi medium yang sangat efektif bagi kuman untuk menularkan AHC. Karena itu, sangat disarankan untuk memisahkan barang-barang yang dipakai penderita AHC dengan anggota keluarga lainnya yang masih sehat.

Kompas.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: