Makanan Pendamping ASI yang Tepat untuk si Kecil

Setelah ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, maka sudah saatnya bagi si kecil diberikan beberapa makanan pendamping ASI. Apa saja tahapan dalam memberikan MP-ASI?

Saat bayi berusia 6 bulan ke atas, maka ASI sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi hingga 100 persen. Sejak usia 6 bulan bayi sudah harus diperkenalkan dengan makanan cair lain selain ASI untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizinya.

“Standar emas atau golden standard untuk makanan bayi di urutan ketiga adalah makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI disini adalah makanan keluarga dalam arti menghindari segala makanan olahan pabrik kecuali saat darurat seperti kebanjiran atau gempa bumi,” ujar Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC saat dihubungi detikHealth, Senin (5/4/2010).

Dr Utami menambahkan makanan keluarga yang dimaksud adalah bayi diberikan makanan yang sama dengan kebiasaan keluarga tersebut dan masih segar, serta bukan makanan olahan pabrik atau kaleng-kalengan.

Karena berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam majalah Lancet 2003, diketahui bahwa makanan keluarga dapat mengurangi 6 persen kematian balita.

Dalam memberikan makanan pendamping ASI dibutuhkan tahapan tertentu agar bayi bisa beradaptasi dengan rasa dari tiap makanan, karena selama 6 bulan bayi sudah sangat terbiasa dengan ASI.

Saat masuk usia 6 bulan cobalah untuk memberinya bubur susu, ibu bisa mengambil beberapa sendok beras yang biasa digunakan keluarga, lalu menumbuknya hingga halus dan ditambahkan air hingga menjadi bubur. Jika sudah tidak panas dan akan diberikan ke bayi, maka tambahkan ASI (bukan susu formula atau susu sapi) sehingga menjadi bubur susu.

“Saat usia 6 bulan ini, bayi juga bisa diberikan selingan berupa buah atau jus sayur. Misalnya seminggu ini sudah diberikan bubur susu saja, maka mulai minggu depan coba tambahkan buah sebagai selingan. Tapi hal ini tergantung dari kondisi bayinya,” ujar dokter yang berpraktek di RS St Carolus, Jakarta.

Saat memasuki usia 7 bulan, ibu bisa menyusui ASI saat pagi hari, lalu dilanjutkan dengan bubur susu untuk sarapan paginya, makan siang diberikan makanan tim saring halus dan malam harinya kembali menyusui ASI. Untuk selingan pagi dan sore harinya tetap bisa diberikan jus buah dan jus sayur, jika paginya jus buah maka sore harinya jus sayur atau sebaliknya.

“Untuk usia bayi diatas 7 bulan, maka bayi menerima 4 kali makanan cair yaitu ASI, bubur susu dan dua kali makanan tim saring. Saat usia 8 bulan, tekstur saringannya sudah agak lebih besar dan secara bertahap ukuran saringannya diperbesar,” ungkapnya.

Pada bayi usia 8-9 bulan, maka saat malam harinya bukan diberikan ASI lagi tapi diganti dengan makanan tim saring. Tapi jika bayi terbangun di malam hari, ibu tetap bisa memberikan ASI lagi pada bayinya. MPASI untuk bayi usia 8 bulan adalah ASI, bubur susu, tim saring, ASI dan tim saring kembali saat malam hari.

Jika bayi sudah berusia di atas 9 bulan, maka bisa diberikan makanan lunak atau tim saring dengan tekstur yang lebih besar lagi. Pada makanan ini sebaiknya sudah ditambahkan dengan sedikit zat lemak seperti minyak atau margarin. Saat bayi sudah berusia 1 tahun, maka bisa diberikan nasi atau makanan yang sama dengan menu keluarga sesuai dengan kondisi bayi.

Dalam memberikan makanan pendamping ASI, ibu bisa menambahkan makanan lain seperti ati ayam, ikan, wortel dan lainnya. Tapi sebaiknya diberikan satu per satu sehingga si kecil dapat mengenali setiap rasa dari makanan tersebut. Jangan mencampurkan ati ayam dan wortel sekaligus, karena bayi akan sulit mencerna yang mana rasa wortel dan mana rasa ati.

“Jika sudah berusia di atas 2 tahun, maka makanan cair sudah tidak diperlukan lagi dalam arti bukan menjadi makanan utama. Kalau tidak mau makan nasi, coba ganti dengan karbohidrat lain seperti kentang, jagung, pasta, mie atau kuetiaw,” ujar dokter yang sangat concern dengan ASI.

Karena itu jika anak tidak mau makan, orangtua tidak bisa menggantikan asupan nutrisinya dengan hanya mengonsumsi susu saja. Karena bayi tetap butuh asupan gizi lain seperti karbohidrat, protein, sayur dan buah untuk menunjang perkembangan tubuhnya.

Sebaiknya makanan pendamping ASI adalah makanan keluarga yang dibuat sendiri, sehingga terjamin kebersihan dan kandungan gizinya serta bahan yang diperlukan juga mudah didapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: