Sebagian Jajanan Anak Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Sebagian jajanan anak yang dijual di lingkungan sekolah dan sekitarnya masih mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks, pewarna tekstil dan formalin.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan di 4.500 sekolah dasar. Hasil belum direkap tapi antar daerah bervariasi, ada yang tiga persen, ada yang 20 persen jajanannya mengandung bahan berbahaya,” Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Selasa (12/1).

Husniah yang mendampingi Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninjau mobil laboratorium pengawas jajanan anak sekolah di Sekolah Dasar Menteng Dalam 02 Pagi Jakarta mengatakan, bahan-bahan kimia tersebut membahayakan kesehatan.

Boraks atau asam borat merupakan bahan bersifat antiseptik untuk pembuat detergen yang jika sampai tertelan mengakibatkan gangguan pencernaan, diare, sampai kerusakan ginjal dan kegagalan sistem sirkulasi.

Bahan kimia ini sering digunakan dalam pembuatan baso, mie basah, dan kerupuk.

Formalin, bahan kimia untuk perekat kayu lapis dan desinfektan yang kadang digunakan untuk mengawetkan tahu dan mie basah, juga mengakibatkan diare, sakit kepala, serta kerusakan hati, jantung dan otak.

Sementara pewarna sintetis untuk tekstil Rhodamin B (merah) dan Methanil Yellow (kuning) yang sering digunakan dalam pembuatan saus, krupuk dan kue dapat mengakibatkan gangguan saluran cerna dan fungsi hati.

Husniah mengatakan, BPOM berusaha mengatasi masalah itu antara lain dengan mengoperasikan mobil laboratorium pemeriksaan jajanan anak sekolah.

Petugas unit pemeriksaan keliling itu, kata dia, memeriksa kandungan bahan kimia berbahaya pada sampel jajanan anak sekolah dan memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah dan pedagang.

BPOM, kata dia, saat ini mengoperasikan 22 mobil laboratorium di enam kota yakni Serang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan DKI Jakarta.

“Itu masih jauh dari kebutuhan, kita maunya di seluruh provinsi ada, paling tidak butuh 140 mobil, tapi kami tak punya cukup dana,” katanya.

Depkes bantu BPOM

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, pihaknya berencana membantu BPOM menyediakan mobil laboratorium pemeriksaan jajanan anak sekolah.

“BPOM tidak bisa kerja sendiri, makanya kerja sama dengan Depkes, karena kalau seluruh sekolah biayanya mahal. Kita akan lihat untuk seluruh kota berapa,” katanya.

Lebih lanjut Husniah menjelaskan, selain mengoperasikan mobil laboratorium , maka BPOM juga membina pengelola kantin sekolah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional.

SD Menteng Dalam 02 Pagi termasuk sekolah yang sudah mendapatkan pembinaan. Mobil laboratorium sudah dua kali datang ke sekolah itu untuk memeriksa sampel jajanan dan memberikan penyuluhan kepada guru dan dokter kecil di sekolah.

Dua kantin yang ada sekolah itu pengelolaannya diawasi oleh guru sekolah.

“Ada guru penanggungj awabnya. Disana tidak boleh jual makanan yang ada pewarna sintetis, pengawet dan MSG,” kata Irma, guru kelas V di sekolah dasar itu.

Namun di luar sekolah juga ada beberapa pedagang kaki lima yang menjual aneka jajanan seperti sereal, gorengan dan beberapa jenis minuman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: